Carlos Tevez
10 Sep 2008 | Oleh MR13 | Kategori: First Team
![]() |
Lahir | : 5 Februari 1984 | |
| Bergabung | : 10 Agustus 2007 | ||
| Asal | : Ciuadela, Buenos Aires | ||
| Posisi | : Striker | ||
| Tinggi Badan | : 1,70 M | ||
| Warga Negara | : Argentina | ||
| Debut | : 15 Agustus 2007 (Portsmouth vs MU) | ||
Carlos Tevez adalah striker kelahiran Argentina yang telah berkembang menjadi salah satu striker paling ditakuti di Liga Inggris. Kemampuan kontrol bola yang luar biasa dan kepercayaan diri menjadi modalnya untuk menerobos pertahanan lawan. Karena hal tersebutlah Tevez mampu bermain sebagai striker murni, second striker, ataupun penyerang sayap. Ia memang bukan seorang pemain bertubuh besar seperti seorang striker pada umumnya. Namun, kekurangan itu ditutupinya dengan dribel dan akselerasi yang mematikan serta kekuatan tubuh luar biasa untuk melindungi bola di kakinya.
Tevez adalah seorang pahlawan dimana pun ia berlaga. Pertama kali ia menjadi idola fans adalah ketika bermain untuk Boca Juniors di Argentina. Setelah ia hijrah ke Brasil dan membela Corinthians, Carlitos diangkat sebagai kapten tim dan berhasil mengantar klubnya menjuarai Liga Brasil. Ia juga mendapat penghargaan pemain terbaik tahun itu di Brasil. Padahal, penghargaan tersebut tidak pernah diraih oleh pemain luar Brasil selama lebih dari 20 tahun terakhir.
Ia lalu melewati musim kompetisi 2006/07 bersama West Ham United meskipun dengan transfer yang sedikit bermasalah. Pada 19 laga pertama di Liga Inggris, Tevez ternyata tidak mampu mencetak 1 gol pun. Namun keterlambatan itu ia bayar tuntas dengan mencetak 7 gol dari 10 kali tampil. Dimana gol-gol tersebutlah yang menghindarkan West Ham dari degradasi. Yang paling kita ingat adalah saat ia berlaga membela WHU kontra MU. Disana ia menunjukkan semangatnya yang pantang menyerah dan mencetak 1 gol kemenangan West Ham yang merupakan gol penentu untuk WHU terhindar dari degradasi. Saat berlaga di Olimpiade 2004, Tevez mencetak 8 gol menakjubkan untuk Argentina. Kini ia adalah tim inti skuad senior negaranya.
Setelah mengenakan seragam Setan Merah, ia masih selalu menunjukkan semangat pantang menyerahnya itu. Hal itulah yang menjadi modal terpenting untuk menyandang lambang United di dada. Terbukti dari beberapa buah golnya yang merupakan gol krusial bagi MU. Tevez juga mampu membangun kerja sama yang apik bersama Wayne Rooney di lini depan, sehingga mereka mampu mencetak total 37 gol dari semua laga di musim kompetisi 2007/08. Kebiasaan Tevez mencetak gol pada menit-menit akhir menjadikannya sebagai seorang “Thriller Striker” dan status pahlawan terus melekat di dirinya. Pada pertandingan-pertandingan pra-musim 2008/09, Tevez tampil luar biasa dan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. namun sayangnya, ia harus pulang ke Argentina karena ada anggota keluarganya yang meninggal. Hal itulah yang memaksa Tevez melewatkan awal musim kompetisi bersama United di Old Trafford.
