Duncan Edwards
10 Sep 2008 | Oleh HR27 | Kategori: Legenda
![]() |
Lahir | : 1 Oktober 1936 | |
| Bergabung | : 1 Juni 1952 | ||
| Sampai | : Meninggal 6 Februari 1958 | ||
| Debut | : 4 April 1953 (vs Cardiff City) | ||
| Caps | : 177 | ||
| Gol | : 21 | ||
| Posisi | : Gelandang | ||
Pemain Paling Lengkap di Inggris, Bahkan Mungkin di Dunia
Duncan Edwards meninggal dalam kecelakaan pesawat di Munich 6 Februari 1958 pada usia 21 tahun, menyebabkan pemain muda berbakat yang dijuluki “pemain paling lengkap di daratan Inggris - bahkan mungkin di dunia” oleh Sir Matt Busby ini tidak pernah punya kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Dilengkapi dengan stamina yang tidak ada habisnya, kemampuan passing sempurna, dan tendangan sekeras geledek, Edwards selalu bisa mengontrol permainan di setiap pertandingan yang pernah diikutinya.
Bakat Luar Biasa Edwards
Bakat luar biasa Edwards bahkan sudah diakui para pengamat bola seantero Inggris sejak ia bermain di klub Dudley Schoolboys pada usia 11 tahun! Sejak saat itu ia sudah diincar oleh Wolverhampton Wanderers, Aston Villa, West Bromwich Albion, dan Birmingham City, bahkan kepala sekolahnya pada saat itu pun berkata, “(Pada diri Edwards) Saya melihat anak umur 11 tahun yang kelak akan bermain untuk Inggris”.
Fans MU Sejak Awal
Meskipun banyak orang ingin mempertahankan Edwards di Midlands -Wolves adalah klub yang sangat sukses waktu itu- ia memilih bergabung dengan Manchester United (sebagai pemain amatir) setelah dikunjungi secara pribadi oleh Matt Busby pada 31 May 1952. Busby bahkan tidak perlu berbuat banyak untuk meyakinkan Edwards, karena begitu Matt Busby tiba Edwards langsung berkata, “Manchester United adalah klub terhebat di dunia. Saya mau berbuat apa saja untuk bergabung dengan anda”.
The Manboy
Karena tubuhnya yang tinggi besar, jauh lebih besar dari rata2 anak seusianya, Edwards mendapat julukan “Manboy”. Ia melakukan debutnya di Liga Inggris 4 April 1953 melawan Cardiff City pada usia 16 tahun 185 hari. Edwards menandatangani kontrak profesionalnya 8 bulan kemudian tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-17, langsung menjadi pemain utama di tim senior United di Liga Inggris musim 1953/54. Meskipun posisi sebenarnya adalah bek kiri, Edwards mampu memberikan performa sama baiknya di posisi manapun.
Karakter Duncan Edwards
Di lapangan, Edwards selalu mengeluarkan 100% tenaga dan kemampuannya di setiap detik pertandingan. Karakter yang ditunjukkannya di lapangan hijau tidak jauh beda dengan hasratnya untuk sukses dalam kehidupan. Duncan adalah salah satu atlit sepakbola profesional pertama yang benar2 memanfaatkan nama dan statusnya. Selain aktif mensponsori minuman energi dan beberapa produk lain, ia juga menulis buku berjudul “Tackle Soccer This Way”.
Prestasinya
Dan seluruh perjuangannya tidaklah sia2. Di lapangan, pada usia 21 tahun ia telah menjuarai Youth Cup 3 kali berturut dan Liga Inggris 2 kali berturut2.
Ketika dipanggil untuk bermain di tim nasional Inggris, Edwards menjadi pemain Inggris termuda dalam sejarah pada usia 18 tahun 183 hari. Rekor ini bertahan selama 40 sebelum dipecahkan oleh Michael Owen tahun 1998.
Saat2 Terakhir Duncan
Duncan Edwards meninggal tanggal 21 Februari 1958 akibat cidera yang dideritanya pada Tragedi Munich. Meskipun menderita cidera amat parah, ia sempat berjuang selama 15 hari sebelum akhirnya menyerah kepada maut. Setelah kematiannya, manajer tim nasional Inggris Walter Winterbottom berkata, “Pada karakter dan semangat Duncan Edwards lah saya melihat kebangkitan kembali sepakbola Inggris”.
Ketika jasadnya tiba di Inggris, lebih dari 5000 orang datang memenuhi jalan untuk menghormatinya. Ia dikuburkan di Cross Cemetery, Dudley, West Midlands.
Duncan Edwards Baru
Sebagian besar orang yang pernah menyaksikan Edwards secara langsung menyebutnya sebagai pemain terhebat yang pernah ada, padahal ia belum mencapai kemampuan maksimalnya. Tapi pecinta sepakbola Inggris abad ke-20 bisa sedikit merasa lega karena memiliki Wayne Rooney, pemain yang disebut2 memiliki kemampuan dan karakter mirip dengan Duncan Edwards.
