Eric Cantona
10 Sep 2008 | Oleh HR27 | Kategori: Legenda
![]() |
Lahir | : 24 Mei 1966 | |
| Bergabung | : 27 November 1992 | ||
| Sampai | : 19 Mei 1997 | ||
| Debut | : 6 Desember 1992 (vs Manchester City) | ||
| Caps | : 185 | ||
| Gol | : 82 | ||
| Posisi | : Penyerang | ||
Eric “The King” Cantona
“Le Roi”, “Le Dieu”, “The King”, “The God”, “Sang Raja”, “Sang Dewa”. Apapun julukannya, penyerang kelahiran Perancis ini seolah ditakdirkan untuk bermain dan menjadi legenda Manchester United.
Pemain yang di Perancis dijuluki “Enfant Terrible” atau “Si Anak Nakal” ini sempat secara mengejutkan mengumumkan “pensiun” pada usia 25 tahun setelah sukses menjuarai Liga Perancis 1991 bersama Marseille. Hanya beberapa saat kemudian ia ditemukan tengah melakukan trial di Sheffield Wednesday oleh Howard Wilkinson yang kemudian membawanya ke Leeds United.
Pada musim perdananya Cantona sukses membawa Leeds United menjuarai Liga Inggris 1991/92. Awal musim 1992/93 Cantona mencetak hat-trick pada pertandingan Community Shield melawan Liverpool. Sangat mengherankan 6 bulan kemudian bos2 Leeds menyetujui tawaran Alex Ferguson untuk membelinya, senilai “hanya” 1,2 juta Poundsterling!
Sang Kapten Legendaris United
Sejak saat itu pemain bernomor punggung 7 yang gemar menegakkan kerah bajunya ini tak tertahankan lagi. Di Old Trafford ia seolah menemukan rumah bagi jiwanya, tempat dimana ia mendapatkan dukungan dan merasa sehati dengan fans, rekan setim, dan manajernya sehingga ia bisa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Ia hanya membutuhkan waktu 6 bulan untuk membawa United menjuarai Liga Inggris pertama di bawah Alex Ferguson. Selama 4 1/2 tahun kepemimpinannya United hanya gagal 1 kali merebut juara Liga Inggris, menjadi top skorer klub di 2 musim dan runners-up di 1 musim.
Kelebihan Cantona bukan hanya terletak pada kualitas skillnya, ia adalah jimat keberuntungan United. Cantona mempimpin United dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai contoh. Ia mampu menularkan karakter pantang menyerah yang dimilikinya kepada seluruh rekan2nya di lapangan, bahkan kepada fans di luar lapangan. Bila “King” Eric percaya mereka bisa, semua percaya mereka bisa!
Tendangan Kungfu yang Terkenal Itu
Musim 1994/95 pada pertandingan malawan Crystal Palace di Selhurst Park, Cantona menendang salah satu pendukung lawan setelah bertengkar mulut dengannya. Akibat perbuatan itu Eric dilarang bermain untuk United selama 9 bulan oleh FA. Ia menjalani seluruh waktu hukumannya tanpa banyak protes, dan pada saat kembali ia langsung mencetak gol ke gawang Liverpool untuk memastikan 1 poin bagi United di Anfield.
Musim 1995/96 Cantona membimbing pemain2 muda United seperti David Beckham, Ryan Giggs, dan Roy Keane -yang kelak menjadi penggantinya- untuk meraih 2 gelar dalam 1 musim (“double”) kedua dalam 3 musim, mencetak gol ke gawang Liverpool untuk memastikan kemenangan United di final Piala FA.
Kegagalan di Liga Champions
Musim berikutnya Cantona kembali memimpin anak2 muda United menjuarai Liga Inggris 1996/97, tapi kekecewaan akibat gagal di babak semifinal Liga Champions terlalu berat baginya sehingga ia memutuskan untuk (kali ini benar2) pensiun. Setelah pensiun ia sempat memimpin (menjadi manajer+pemain) tim nasional sepakbola-pantai Perancis menjadi juara dunia.
Walaupun karirnya relatif singkat, “The King” akan selalu dikenang sebagai salah satu kapten terhebat United sepanjang masa.
