Mark Hughes
10 Sep 2008 | Oleh HR27 | Kategori: Legenda
![]() |
Lahir | : 1 November 1963 | |
| Bergabung | : 1 Juni 1980 | ||
| Sampai | : 31 Mei 1995 | ||
| Debut | : 30 November 1983 (vs Oxford United) | ||
| Caps | : 466 | ||
| Gol | : 164 | ||
| Posisi | : Penyerang | ||
Awal Karir Gemilang Mark
Mark Hughes, lahir di Wrexham 1 November 1963, pertama kali bergabung dengan Manchester United Maret 1978 pada usia 14 tahun. Pada saat itu ia bermain sebagai gelandang. Adalah jasa pelatih akademi Syd Owen yang melihat potensi Mark sebagai penyerang dan memindahkannya ke posisi tersebut sehingga menjadi salah satu pencetak gol terhebat sepanjang sejarah United.
Ketika diberi kesempatan bermain di tim senior 5 tahun kemudian Mark langsung mencetak gol pada pertandingan debutnya melawan Oxford November 1983. Ia juga mencetak gol pada pertandingan perdananya untuk tim nasional Wales 6 bulan kemudian, ironisnya ke gawang Inggris.
Tahun 1985 ia dianugerahi gelar sebagai Pemain Muda Terbaik oleh PFA dan memenangkan Piala FA-nya yang pertama untuk United.
Berpetualang ke Spanyol dan Jerman Sebelum Kembali ke United
Tahun berikutnya ia secara mengejutkan meninggalkan United untuk bergabung dengan Barcelona yang ketika itu dimajaneri oleh Terry Venables.
Ia merasa tidak betah di Barca, kondisi mental itu mempengaruhi permainannya di lapangan sehingga ia hanya mencetak 4 gol dari 28 kali bertanding. Musim berikutnya Mark dipinjamkan ke Bayern Munich. Di sana ia kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya sehingga tahun 1988 Alex Ferguson memutuskan untuk membawanya kembali ke Old Trafford melalui transfer senilai £1,5 juta.
Membantu Fergie Memenangkan Trofinya yang Pertama
Pembelian itu terbukti sebagai keputusan yang sangat baik. Mark dianugerahi gelar Pemain Terbaik oleh PFA pada musim pertamanya bermain kembali di United. Ia mencetak 2 gol pada final Piala FA 1990 melawan Crystal Palace, memaksa pertandingan replay yang akhirnya dimenangkan United. Piala FA itu adalah trofi pertama yang dimenangkan United di bawah Alex Ferguson.
Tahun 1991 ia kembali dianugerahi gelar Pemain Terbaik oleh PFA setelah menjadi “man of the match” pada final Winners’ Cup di Rotterdam melawan mantan klubnya, Barcelona, mencetak 2 gol di pertandingan yang dimenangkan United 2-1. Musim 1992 ia berperan penting membawa United memenangkan Piala Liga, dilanjutkan musim berikutnya dengan memenangkan Liga Inggris pertama untuk United dalam 26 tahun.
Tahun 1994, ketika Divisi I Liga Inggris untuk pertama kali berganti nama menjadi Divisi Utama (FA Premiere League), Mark mendapat pasangan baru di lini depan United: Eric Cantona. Kendati Eric lebih sering mendapat perhatian media, gol Mark ke gawang Crystal Palace lah yang membuat United berhasil memenangkan Premiere League-nya yang pertama.
Peran penting Mark untuk United juga diperlihatkannya ketika mencetak gol injury time ke gawang Oldham di semifinal Piala FA 1994, memaksa replay yang akhirnya dimenangkan United. Di final United mengalahkan Chelsea 4-0 (Mark mencetak 1 gol), 2 gelar dalam 1 musim (”double”) pertama dalam sejarah United.
Karirnya Tetap Gemilang Setelah Meninggalkan United
Januari 1995 Mark bergabung dengan klub favoritnya sejak kecil, Chelsea. Di sana ia membantu klub itu memenangkan 1 Piala FA dan 1 Piala Winners, lalu pindah ke Southampton, Everton, dan Blackburn Rovers, dimana ia kembali memenangkan Piala Liga sebelum gantung sepatu pada usia 38 tahun.
Mark memulai karirnya sebagai manajer di klub Southampton. Ia kemudian ditunjuk menjadi manajer tim nasional Wales, mengotaki kemenangan bersejarah Wales atas Italia pada babak penyisihan Piala Dunia 2004. Ia sempat menjadi manajer Blackburn Rovers sebelum menempati posisinya sekarang sebagai manajer Manchester City.
