Ole Gunnar Solskjaer
10 Sep 2008 | Oleh HR27 | Kategori: Legenda
![]() |
Lahir | : 26 Februari 1973 | |
| Bergabung | : 29 Juli 1996 | ||
| Sampai | : Pensiun 28 Agustus 2007 | ||
| Debut | : 25 Agustus 1996 (vs Blackburn Rovers) | ||
| Caps | : 366 | ||
| Gol | : 126 | ||
| Posisi | : Penyerang | ||
Manchester United Pantang Menyerah
Penggemar Manchester United manapun tidak akan pernah melupakan aksi Ole Gunnar Solskjaer dan Teddy Sheringham di final Liga Champions 1999 di Nou Camp, Barcelona. Dalam posisi ketinggalan 0-1 dari Bayern München sementara waktu sudah menunjukkan menit ke-90, Ole dan Teddy mencetak masing2 1 gol untuk memastikan kemenangan United 2-1.
Solskjaer adalah pemain yang benar2 bisa mewujudkan semangat “Never Say Die” Manchester United selama 11 tahun karirnya di Old Trafford. Momen ajaib di Nou Camp itu hanya salah satunya saja. Seringkali ia dihadapkan pada keadaan dimana -kelihatannya- harapan sudah tidak ada lagi, namun ia tetap pantang menyerah dan tidak akan berhenti berusaha sampai peluit panjang dibunyikan. Meskipun tidak selalu berhasil, seringkali juga usahanya berbuah manis.
Salah satu momen ajaib Solksjaer lainnya adalah ketika ia mencetak 4 gol dalam 12 menit sewaktu menghadapi Nottingham Forest di pertandingan yang akhirnya dimenangkan United 1-8; rekor kemenangan away terbesar United yang belum terpecahkan sampai sekarang.
Akhir Karir Gemilang Solskjaer
Semangat Solskjaer juga diperlihatkannya di luar lapangan. Meskipun menderita cidera parah sehingga tidak bisa bermain selama 2 tahun, ia tidak berhenti berusaha sampai akhirnya bisa bermain kembali musim 2006/07, membawa United kembali menjuarai Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 3 tahun.
Namun akhirnya perjuangannya harus berhenti ketika musim berikutnya ia kembali terkena cidera yang sama. Ia terpaksa harus menggantung sepatu menuruti anjuran tim medis United, untuk kemudian menjalani profesi barunya sebagai pelatih.
Kualitas Solskjaer
Kekuatan penyerang yang dijuluki “The Baby-Face Killer” ini selain memiliki finishing mematikan, ia mampu menganalisa pertandingan dengan baik sehingga dapat merubah jalannya pertandingan pada saat diturunkan. Ini membuatnya sangat efektif bila diturunkan dari bangku cadangan. Kualitas ini juga akan berguna di karirnya kini sebagai “Reserve Head Coach” di Manchester United.
