Roy Keane

10 Sep 2008 | Oleh HR27 | Kategori: Legenda

roy_keane Lahir : 10 Agustus 1971
Bergabung : 19 Juli 1993
Sampai : 18 November 2005
Debut : 7 Agustus 1993 (vs Arsenal)
Caps : 480
Gol : 51
Posisi : Gelandang

Karakter Roy Keane

Roy Keane adalah salah satu dari sedikit pemain yang benar2 berhasil mewujudkan semangat membara yang dilambangkan Manchester United, di dalam dan di luar lapangan. Sir Alex Ferguson menyebutnya sebagai pemain terbaik yang pernah bekerja dengannya. Ia adalah tipe pemain tengah yang lengkap, pemimpin ideal United, dengan kualitas passing, tackling, kreativitas, posisional, dan stamina yang tak ada habisnya. Pemandangan Roy Keane memimpin dan menjaga seluruh jengkal wilayah United identik dengan Manchester United era 90-an. Ia juga tidak pernah ragu untuk mengungkapkan pendapatnya, terutama bila rekan2nya tidak menunjukkan performa setinggi yang diharapkannya. Ia memimpin United memenangkan 7 kejuaraan Liga Inggris, 1 Piala Champions, 1 Piala Inter-Continental, 1 Piala Super Eropa, 4 Piala FA, dan 4 Community Shield.

Perjalanan Karirnya di United

Gelandang kelahiran Cork, Irlandia ini memulai karirnya sebagai pemain di klub kecil Irlandia Cobh Ramblers setelah gagal mendaftar ke akademi sepakbola di daratan Inggris. Bakatnya dilihat oleh manajer Brian McClough yang membawanya bergabung dengan Nottingham Forrest sebelum dibeli oleh United seharga £3,75 juta musim panas 1993.
Ia mulai menjadi kapten United pada musim 1997/98 menggantikan Eric Cantona yang pensiun. Salah satu permainan terbaiknya membela United ditunjukkan pada semifinal Liga Champions 1998/99 melawan Juventus di Turin. Pada saat itu United ketinggalan 0-2, ia terkena kartu kuning yang berarti ia tidak boleh bermain pada pertandingan final (akibat akumulasi kartu) bila United lolos. Namun itu tidak membuatnya patah semangat, ia malah bermain luar biasa memimpin United yang akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor akhir 3-2.
Roy juga merupakan pemain penting bagi tim nasional Irlandia. Tapi temperamennya yang keras dan cara bicaranya yang blak2an membuat ia sering berselisih paham dengan manajer, terutama tahun 2002 dengan manajer yang bertugas saat itu, Mick McCarthy; ia mengundurkan diri dari timnas sesaat sebelum Piala Dunia 2002 dimulai. Roy sempat merubah keputusannya dan masuk kembali ke timnas Irlandia tahun 2004 ketika Brian Kerr ditunjuk menjadi manajer. Namun karena sering didera cidera ia kembali memutuskan mundur dari timnas tahun berikutnya.

Akhir Karir yang Mengejutkan

Tahun 2005 United sedang berada dalam masa transisi. Pemain2 hebat yang terkenal sebagai angkatan ‘92 seperti Ryan Giggs, David Beckham, Paul Scholes, Neville bersaudara, Nicky Butt sudah mulai termakan usia, beberapa bahkan telah meninggalkan klub. Roy Keane sering merasa tidak puas dengan performa pemain2 muda United seperti Darren Fletcher, Kieran Richardson, Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, dsb. Dan seperti biasanya, ia tidak pernah ragu untuk mengkritik mereka, bahkan secara terbuka melalui surat2 kabar terkemuka di Inggris. Hal ini membuat risih banyak pihak sehingga pada 19 November 2005, secara tiba2 manajemen Manchester United mengumumkan bahwa (sesuai kesepakatan bersama) kontrak Roy Keane telah dihentikan mulai saat itu juga.

Karir Roy Sebagai Manajer

Setelah keluar dari United, Roy bergabung dengan Glasgow Celtic, membantu mereka memenangkan Scottish Premier League dan Scottish League Cup. Enam bulan kemudian, tanggal 12 Juni 2006 Roy memutuskan menggantung sepatu karena mengikuti anjuran dari tim medis.
Namun bukan berarti karir Roy di dunia sepakbola berakhir. Bulan Agustus 2006 ia ditunjuk menjadi manajer klub Sunderland yang saat itu berada di Divisi I Liga Inggris. Ia langsung membawa Sunderland naik ke Divisi Utama musim itu juga, dan tetap bertahan di sana sampai sekarang.

Bookmark and Share
Tags: ,