Ronaldo: Arogan Atau Percaya Diri
17 Sep 2008 | Oleh HR27 | Kategori: Analisa/Diskusi![]() |
Ada beda amat tipis antara arogansi dan kepercayaan diri, dan Cristiano Ronaldo tampaknya makin sering melanggar batas itu sesering ia mencetak gol musim lalu.
Tetapi tidak ada yang bisa menyangkal betapa penting Ronaldo bagi Manchester United. “Bila saya bermain kembali, fans akan mencintai saya lagi”, ujarnya. Dan ia benar. Bila kita menyaksikan penampilan perdananya musim ini untuk United hari Rabu kemarin, semua pernyataan2 yang pernah dibuatnya lebih terdengar sebagai kenyataan dibanding narsisme. |
Beberapa penonton bahkan memberinya standing ovation hanya karena ia melepas kaos training-nya. Ia masuk menggantikan Park Ji Sung diikuti sorakan terkeras yang dibuat pendukung United malam itu.
“Saya kira itu penting untuk Ronaldo”, ujar Sir Alex Ferguson. “Ia sekarang sadar bahwa ia telah berada di sebuah klub besar, dan mereka (fans) selalu setia kepadanya. Saya kira ia (sejak dulu) tahu bahwa para penggemar selalu mendukungnya. Ia telah banyak berjasa untuk kita”.
Sir Alex juga paling tahu betapa signifikan kehadiran Ronaldo bagi United. Ia baru berada di lapangan 6 menit ketika terlibat dalam serangan balik kilat bersama Rooney dan Tevez, pemandangan yang sangat akrab dengan kita musim lalu. Villareal hanya bisa selamat dari serangan itu akibat penyelamatan gemilang Gonzalo Rodriguez, padahal kiper Diego Lopez sudah tidak berdaya.
Anda mungkin sudah tahu Jonny Evans sangat tidak beruntung tidak mencetak gol malam itu setelah sundulannya terkena tiang gawang, tapi apakah anda memperhatikan siapa yang memberi umpan silang kepada Jonny? Benar, Cristiano Ronaldo. Ia sendiri hampir mencetak gol pertamanya musim ini dengan sundulan, kalau saja Carlos Tevez tidak berdiri terlalu dekat dengannya.
“Ya, ia memang sedikit merepotkan kami”, kata pelatih Villareal Manuel Pellegrini. “Itu disebabkan karena, pertama, ia pemain hebat. Dan kedua, ia masih segar sedangkan banyak pemain kami sudah kelelahan”.
Apapun alasan Pellegrini, hasil imbang ini membuat MU hanya mencatat 1 kali kemenangan dari 6 pertandingan terakhir (adu penalti tidak dihitung). Rekor 12 kali kemenangan kandang di Eropa harus berhenti di tangan tim terakhir yang lolos dari kekalahan sebelum rekor itu sendiri dimulai.
Beberapa tim besar juga memetik hasil mengecewakan. Celtic, Arsenal, Lyon, juga harus puas dengan hasil seri. Mungkin malam itu memang malam untuk para underdogs - dan bila Cristiano Ronaldo bermain, MU bukan salah satunya.

ah, semua pemain hebat memang harus punya rasa percaya diri gede juga.. eric cantona contohnya. aku yakin fans liverpool, arsenal, chelsea, dsb. pasti sebel banget liat gayanya.. tapi aku nggak kok:)
sayangnya 1 hal, kita semua tau cepat atau lambat cristiano ronaldo pasti pergi..
Pemain hebat harus memiliki PD yang besar…CR7 sadar hal tersebut. Untung nya CR7 masih team player, maen bersama tim…Tidak seperti Robinho yang menurut pendapat saya pribadi, terlalu lama mengocek bola (seperti CR7 di awal kedatangaannya di Manchester United).