Misteri Rooney

26 Sep 2008 | Oleh HR27 | Kategori: Analisa/Diskusi
misteri_rooney

Tanggal 28 September 2008 ini menandai 4 tahun status Wayne Rooney sebagai pemain Manchester United. Tahun 2004, sama seperti tahun ini, manajemen Setan Merah harus bekerja keras sepanjang musim panas untuk berusaha mendapatkan striker “terpanas” Liga Inggris. Dan, seperti tahun ini, United berhasil. Tapi semua fans MU saat itu harus menunggu 1 bulan untuk melihat pembuktian kualitas pujaan baru mereka.

Rooney terakhir kali bermain bola (sebelum pindah ke MU) pada putaran final Piala Eropa 2004 di Portugal. Ia menderita patah kaki sekaligus mengakhiri harapan Inggris untuk menjadi juara, padahal banyak orang mengira bahwa ia ditakdirkan untuk membawa Inggris menjuarai turnamen tersebut. Ia sempat mencetak 4 gol sebelum cidera memaksanya pulang lebih awal. Pelatih tim nasional Inggris saat itu, Sven Goran Eriksson, menyamakan pengaruh kehadirannya dengan Pele pada tim nasional Brazil pada Piala Dunia 1958.

Seorang penggemar fanatik Everton - Rooney bahkan mentato logo Everton di lengannya - ia dianggap oleh banyak fans sebagai pemain yang akan mengembalikan kejayaan Everton di Liga Inggris, tapi

hubungannya dengan manajer David Moyes tidak pernah berjalan mulus. Moyes sering mendudukkan Rooney di bangku cadangan, sementara ia selalu ingin diturunkan. Perselisihan di antara mereka bahkan masih berlangsung sampai lama setelah Rooney meninggalkan Everton.

Sejak awal Rooney tampaknya lebih memilih Manchester United sebagai tujuan ideal bila meninggalkan Everton, tapi - lagi2 sama seperti kasus Berbatov - Newcastle mengajukan tawaran kepada Everton sehingga MU harus membayar lebih tinggi dari penawaran sebenarnya. United akhirnya mendapatkan idola barunya senilai £27 juta, Ruud Van Nistelrooy sudah menunggu di Old Trafford.

Rooney sebenarnya dijadwalkan baru bisa bertanding kembali (setelah cidera di Piala Eropa tadi) pada tanggal 3 Oktober 2004 melawan Middlesbrough. Tapi Sir Alex Ferguson memutuskan untuk menurunkannya 5 hari lebih awal, pada pertandingan Champions League melawan juara Turki, Fenerbahce.

Fenerbahce sendiri mempunyai tempat di buku sejarah United. Klub inilah yang tahun 1996 mematahkan rekor tak terkalahkan MU selama 40 tahun di Old Trafford. Jadi pertandingan ini mengandung misi balas dendam, dan MU harus melakukannya tanpa Roy Keane yang saat itu masih dianggap sebagai “jantung” tim Setan Merah.

Skor dibuka oleh pemain yang dulunya juga dianggap sebagai bintang masa depan United, Ryan Giggs. 1-0 United. Setelah itu semuanya milik Rooney..

Gol pertamanya berkat assist Van Nistelrooy. Striker nasional Belanda ini memberikan umpan terukur yang disambut tendangan keras kaki kiri Rooney. 2-0.

Gol kedua diciptakannya sendiri. Rooney menerima bola di sisi kanan pertahanan lawan, melakukan dribble dengan kecepatan tinggi melewati Umit Uzat - tanpa mengurangi kecepatan, dan melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang Rustu. 3-0.

Rooney menyempurnakan malam debutnya 7 menit setelah turun minum. Van Nistelrooy dilanggar di daerah pojok kotak penalti Fenerbahce, Rooney maju. Tendangan bebasnya mungkin tidak seindah tendangan bebas melengkung David Beckham. Hanya full power, tapi efektif. Rustu sama sekali tidak bisa mencegah bola menembus gawang saking kerasnya tendangan itu.

Skor akhir 6-2, Rooney masih menambah 1 assist kepada Nistelrooy dan gol terakhir dicetak David Bellion. MU bisa memenangkan pertandingan dengan sedemikian mudahnya, padahal starting lineup diisi oleh pemain2 sekelas David Bellion, Eric Djemba Djemba dan Kleberson, semakin memperjelas besarnya pengaruh kehadiran Rooney di sana. Ada satu pemain cadangan yang tidak diturunkan malam itu, “hanya” seorang pemain 19 tahun bernama Cristiano Ronaldo.

Seusai pertandingan Sir Alex Ferguson berkata, “Adalah mimpi setiap manajer bila pemain anda bermain dan mencetak gol seperti ini pada pertandingan perdananya. Bila itu terjadi, anda akan sangat bahagia dan merasa menjadi manajer paling beruntung. Rooney masih sangat muda, ia mungkin bisa menjadi pemain terbaik abad ini”.

Pada usia 18 tahun Rooney telah menunjukkan kemampuan sangat luar biasa. Sekarang pun ia baru berumur 22 tahun, jadi ramalan Fergie masih sangat mungkin terjadi. Tapi aneh kalau perkembangannya selama ini tidak sehebat yang diharapkan banyak orang. Mungkin orang berharap terlalu banyak darinya; harapan yang wajar melihat apa yang bisa ia lakukan dengan kondisi belum fit pada pertandingan debutnya.

Bookmark and Share
Tags: , , , , , ,

1 Komentar
Tulis komentar »

  1. iya nih, perkembangan rooney kok kayanya mandeg ya? ketinggalan jauh dibanding cristiano ronaldo, misalnya.. kenapa ya kira2?

Tulis komentar