Strachan: United Terbaik di Eropa
22 Oct 2008 | Oleh HR27 | Kategori: Berita![]() |
Tahun 2006, Shunsuke Nakamura memaksa Manchester United pulang dengan kekalahan dari Celtic Park. Tapi hari Rabu kemarin giliran Celtic yang harus pulang dengan tangan hampa dari Old Trafford. Sedemikian sempurnanya penampilan anak2 Setan Merah malam itu sehingga manajer Celtic yang juga mantan gelandang United, Gordon Strachan sampai2 berkata, “Itu adalah salah satu penampilan terbaik yang pernah saya saksikan di Eropa.” Ferguson biasa memakai ajang Liga Champions untuk |
merotasi pemainnya. Tapi setelah sebelumnya menyatakan bahwa mungkin akan menyimpan Cristiano Ronaldo, ia menurunkan pemain timnas Portugis itu selama 82 menit. Mungkin ia tidak mau mengambil resiko karena telah kehilangan 5 pemain pentingnya akibat cidera. Bahkan 2 pemain pengganti pertama yang masuk, Wes Brown dan Carlos Tevez, adalah pemain2 yang ingin membuktikan sesuatu karena kehilangan tempatnya di tim inti beberapa minggu terakhir ini. Fergie telah membantu beberapa bekas anak asuhnya selama ini, tapi tampaknya Strachan tidak termasuk salah satunya.
Kombinasi antara Strachan dan Celtic tampaknya cukup untuk membuat Sir Alex - yang mantan striker Glasgow Rangers, musuh bebuyutan Celtic - tidak mudah “bermurah hati”. Meskipun 2 gol Berbatov berbau offside, Fergie menolak untuk membahasnya. Gol ketiga yang dicetak Wayne Rooney lebih meyakinkan, sekaligus menunjukkan bahwa United tidak mau mengendurkan tekanan meskipun sudah unggul 2-0. “Kami selalu menyerang dan mereka selalu kewalahan menghadapinya,” kata Fergie usai pertandingan.
Yang sedikit mengherankan adalah, di pertandingan yang disebut2 sebagai “The Battle of Britain”, kontribusi yang paling menentukan malah dibuat oleh pemain yang kelihatannya sama sekali tidak cocok untuk “berperang”. Berbatov memiliki karakter seperti orang yang tidak peduli. Sebuah anomali dari sepakbola modern, dimana kecepatan adalah hal yang sangat penting, Dimitar Berbatov malah menonjol dengan cara diam di tempat. Ia lebih mengandalkan pergerakan bola ke arahnya, bukan sebaliknya.
Dan untuk kedua kalinya selama 4 hari, hal itu menghasilkan gol. Ia mencetak gol pertamanya dari posisi kurang lebih sama dengan saat mencetaknya ke gawang West Brom, dan 30 menit kemudian mencetak gol keduanya memanfaatkan bola muntah akibat tendangan bebas Ronaldo.
Seperti pertandingan Liga Champions United sebelumnya, kombinasi Rooney - Berbatov menghasilkan 3 gol. Ini adalah kombinasi antara 2 penyerang yang memiliki karakter sangat jauh berbeda, dan mungkin juga ini yang menyebabkan pemain lawan menjadi sangat sulit memprediksi pergerakan mereka. Pada beberapa kesempatan Rooney menempati posisi jauh di depan Berbatov, tapi pada saat lain ia “mengembara” ke manapun ia mau. Rooney bahkan menempati posisi bek kiri setidaknya 1 menit di setiap pertandingan.
“Ia (Rooney) memiliki banyak energi dan mengeluarkannya di semua sisi lapangan,” kata Ferguson. “Ia suka bertahan. Ia selalu ingin terlibat di setiap detik pertandingan.”
Rooney adalah bintang malam itu, tapi semua pemain United mengesankan Strachan. “Kami telah bertanding dengan banyak tim bagus beberapa tahun terakhir ini, tapi United adalah yang terbaik. Tidak ada orang yang bisa menyebut kami kurang keberanian atau semangat. Secara fisik kami tidak mampu menandingi mereka, dan itu semakin terlihat semakin lama pertandingan berjalan. Kami selalu ditekan dari awal sampai akhir.”
